Komparasi Hukuman Pidana Masyarakat Pinggiran dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam

  • Sapri Ali Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah Faqih Asy'ari
Keywords: Hukum pidana, masyarakat pinggiran, hukum positif, hukum islam

Abstract

Hukum Islam sangatlah memegang prinsip-prinsip keadilan dalam memutuskan suatu perkara. Sebagaimana yang telah penulis uraikan diatas bahwa orang yang mencuri karena keterpaksaan atau karena memenuhi hidupnya maka tidak ada hukuman baginya. Karena kasus-kasus tersebut diatas merupakan kasus kecil yang menimpa rakyat yang notabennya tidak mampu dari segi ekonomi. Lalu apa yang harus dilakukan terhadap mereka para rakyat pinggiran tersebut? DalamĀ  konteks Islam, jika mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari (kebutuhan makan atau meneruskan hidup) maka mereka akan menjadi tanggungan baitul maal atau dengan bahasa lain negaralah yang bertanggung jawab atas diri mereka sesuai dengan pasal 34 UUD 45 yaitu fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Tulisan ini akan akan mengemukakan sudut pandang mengenai beberapa kasus-kasus pidana yang di atas dari dua hukum yang berbeda yaitu hukum Islam dan Hukum yang ada di Indonesia

Published
2019-04-30
Section
Articles