Konsep Pemikiran Ibn Taymiyah tentang Kepemimpinan Politik dalam Islam

  • Mochammad Aziz Qoharuddin Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah Faqih Asy'ari
Keywords: Pemikiran Ibn Taymi>ya, Kepemimpinan Politik, Islam

Abstract

Pemikiran Ibn Taymi>yah tentang kepemimpinan politik dalam Islam yang meliputi bentuk kepemimpinan, syarat seorang pemimpin dan prosedur pemilihan pemimpin. Di samping itu, apa perbedaan dan persamaan serta kelebihan dan kekurangan tentang kepemimpinan politik dari sudut pandang filsafat politik. Data penelitian dihimpun melalui pembacaan dan kajian teks (teks reading) dan selanjutnya dianalisis dengan pendekatan filsafat politik, metode deskriptif, komparatif dan content analysis. Hasil penelitian menyimpulkan dalam pemikiran Ibn Taymi>yah, bentuk kepemimpinan cenderung mempertahankan status quo dari kerajaan yang bercorak otokrasi, syarat pemimpin adalah orang yang mempunyai kekuatan (quwwah) dan integritas (ama>nah), dan pemimpin dipilih atau dibay’at oleh Ahl-Shawkah, namun ia tidak menjelaskan secara detail bagaimana lembaga itu dibentuk dan bagaimana pemilihannya. Ibnu taymiyah tidak menggunakan term ima>mah atau khila>fah dalam kepemimpinan, tidak mensyaratkan pemimpin harus dari suku Quraish, menekankan pentingnya musyawarah dan menyinggung sosok Fir’awn dan Qarun sebagai manusia tercela. Pemikiran Ibn Taymi>yah terletak pada adanya pedoman untuk memilih pejabat negara, hendaknya ada keserasian antara pemimpin dan wakilnya, syarat kekuatan (quwwah) dan integritas (ama>nah), syarat ini sama dengan yang diajukan oleh Plato, yaitu pengendalian diri, kearifan, keberanian dan keadilan

Published
2019-04-30
Section
Articles